Nellulyta’s Weblog

July 14, 2008

Kau Takkan Hilang.. Tak Pernah Hilang…

Filed under: Sedih — nellulyta @ 8:44 am

Senin, 14 Juli 2008, 3:40 P.M

Di malam2 buta ketika terbangun, aku denger sebuah lagu bagus d Ardan FM. Aku ga tau penyanyinya, apalagi judul lagunya. Aku hanya bisa menerka dan mengingat-ingat liriknya yg hanya dengan sekali dengar langsung masuk ke hati (karena cocok banget…).

Lewat potongan lirik “Kau takkan hilang.. tak pernah hilang..” aku googling, cari mp3nya, donlot deh…

Mungkin emang banyak lagu mellow akhir2 ini, apalagi yg jurusannya kaya D’Masiv sama Ada Band, tapi jarang banget yang liriknya nggambarin diriku. Pernah ga nemu lirik lagu yg bener2 sama kaya nasibmu?

Sekalinya liriknya nyampe, musiknya juga, maka lagu ini mengalun terus setia d lappyku selama kerja d UBC Telkom Bandung.

Makasih buat Dua Band, seandainya kutemukan lagi dia yang takkan hilang..

Dua Band – Takkan Hilang

Sebenarnya ku tak rela
Meninggalkanmu dengan yang lain

Sesungguhnya sejak saat itu
Bayangan dirimu melekat dihati

Namun kini kau telah pergi
Mungkin cinta tak harus memiliki

Reff:
Kau takkan hilang
Tak pernah hilang
Meski tak berhenti
Ku mencoba lupakan dirimu

Kau takkan hilang
Tak pernah hilang
Kan selalu terpendam
Menjadi kenangan

Sebenarnya ku tak rela
Meninggalkanmu dengan yang lain

Bagai Kepompong…

Filed under: Seneng — nellulyta @ 4:28 am

Senin, 140708, 11:16

Inilah pelarian dari munculnya tampilan: “Fatal error: Maximum execution time in 60 seconds  exceeded in page ..”blah blah blah…

Tadi praktisi ITnya dah ngomong sih klo bakal lambat krn ada presentasi yg hrs ngakses database d ruang rapat. Akhirya ngeblog lagi deh..

Kemaren sore, pas tangan dan kaki terasa patah2 gara sehari sebelumnya qt mendaki gunung tangkuban perahu dan menuruni kawahnya, dan naik, lalu turun lagi, dst… Ada yang nyeletuk, “Kita kaya dah lama y d Bandung..”, lalu seorang Tika menimpali, “Emang dah lama..”, dan aku pun menjawab “I miss my guitar!!! I miss my pren!! I miss my home1!! Semuanya!!!”

Kamar kos terasa dah dihuni selama 20 tahun ini…

Maka terasa berbedalah kudengar lagu apik dari Sindentosca ini:

Sindentosca – Kepompong

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Bridge:
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

PS:

Buat Surabaya, dan bulik rujak cingur…. I miss u…….
Buat gitarku… Moga2 kamu baek2 aja, ga berdebu dan ga berubah suara maupun bentuk… Miss u like crazy..
Buat Apin, Ika, Mama, Papa… I’ve been growin’ up so much this holiday..
Buat Pipin sama Nopita sama Icha… HUwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. nothin’ can change u all in my heart, sistas………..
Buat temen2 kosan… we can do it, gals!!!!
Oia.. buat Bebe… my lappy.. u’re the best! Accompanying me all the time i get stressed.. Love u…

Blog at WordPress.com.