Kamis, 21 April 2011, 11:13 PM
Sekotak dunia adalah sekotak wilayah yang lima hari dalam seminggu kukunjungi. Sekotak yang bisa jadi hanya sekamar kosan di Jakarta seharga 2,5 juta rupiah per bulan. Sekotak yang diisi manusia dari generasi kelahiran 1960-an hingga kelahiran 1980-an ke atas. Sekotak yang diisi manusia dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Betawi (kebetulan orang dari pulau Jawa semua). Sekotak di mana kami datang di pagi hari saling menyapa, bekerja dalam diam, berusaha membuat lelucon, dan bergembira saat jam 4 sore tiba. Sekotak yang mulai membosankan.
Hari di mana aku bisa mempresentasikan aplikasi SMS Gateway-ku di depan GM kurasa adalah titik balik bagiku. Karena hari inilah, reaksi rekan-rekan kerja mulai terlihat.
Salah satu rekan kerja senior memberitahuku bahwa di perusahaan ini, sejak diangkat sebagai pegawai, ada dua pilihan mudah yang bisa dilakukan.
1. Bekerja dengan integritas, termasuk di dalamnya menjaga motivasi
2. Bekerja tanpa integritas.
atau dengan kata yang lebih manusiawi, mungkin:
1. Kerja
2. Ga Kerja (MaGaBut, u know what it is..)
Menyedihkan. Tapi itu kenyataannya.
Saat dirasa orang terlalu banyak dibanding pekerjaan, saat dirasa jabatan yang dimiliki terlalu tinggi untuk nama tanpa diikuti pengerjaan, saat dirasa latar belakang pendidikan tidak membantu menjelaskan kepada atasan bahwa suatu pekerjaan ‘ecek-ecek’ tidaklah pantas dikerjakan oleh seseorang dengan predikat kelulusan dan nama besar negara dan institusi pendidikannya.
Maka, jadilah pemangsa dan/atau sok penguasa dalam kotak kecil remeh ini.
Syaitan selalu ada. Bahkan di kotak kecil ini. Dia dengan gampang membuat penghuninya berjalan-jalan ke luar bukan untuk kepentingan kedinasan saat jam kantor. Dia dengan gampang membuat penghuninya merayu penghuni lainnya untuk berfoya-foya seperti belanja dan makan-makan di restoran mahal.
Hanya yang kurang iman, dan kurang pemikiran ke depan, kurasa, yang tertarik dan tergoda syaitan kotak ini secara berulang-ulang dan kontinu.
Dan betapa anehnya, syaitan juga menempel pada rekan kerjamu, saat kau tahu mereka:
1. Datang tepat jam kantor, namun menetap di mobil dan baru keluardari mobil pada jam 10 atau 11 pagi.
2. Datang jam 3 sore, sering ‘menghilang’, dan bolos.
3. Kurang bersosialisasi. Sangat pandai jika bersosialisasi dengan komputer, tapi sulit minta ampun diajak berbicara sebagai sesama manusia yang berinteraksi (my words are too much? I don’t think so).
4. Susahnyaaa minta ampun bagi ilmu. Dia simpan semua hal yang diketahui. Seakan dia akan masuk surga jika dia mati membawa pengetahuannya tanpa pernah berbagi.
5. Bossy alias tukang suruh. Clear enough.
6. Tukang ‘mengakui pekerjaan orang’.
7. Tukang tindih pekerjaan orang dengan pekerjaannya dengan tagline ‘aku lebih tahu dan lebih pandai darimu, jadi biarkan programku yang jalan, programmu ku replace, masa bodoh kamu tahu atau tidak tahu karena setelah ini loginmu di database dan sistem program ini akan kuhapus’. OOOOOwwhhh… how impressive.. Kurasa.. Superman telah datang di kotak ini!!!
Aku tak pernah tahu secara jelas bagaimana orang menilaiku dalam kotak ini. Aku pernah bertanya, dan mereka berkata yang positif-positif saja. Dalam hati mereka cuma Tuhan yang tahu. Tapi aku juga tak begitu ambil pusing. Karena aku punya pilihan.
Semua orang punya pilihan. Pilihanku adalah, berusaha mencari jalan yang baik. Tidak mendzolimi diriku dan orang lain.
Pilihanku adalah:
1. Insya Allah selalu tepat waktu. Dengan tinggal di kos-kosan dekat masjid yang membangunkanku tiap subuh, ditambah mbak kos yang koar-koar sholat dan mandi pagi, meski kadang harus naik bajaj, kuusahakan tidak telat.
2. Demi Tuhan aku sangat benci berjalan-jalan untuk kepentingan pribadi saat jam kantor. Kadang aku berpikir agar diterima di komunitas kotak ini, aku akan melakukannya sekali-sekali. Sekali saja. Pernah. Niatku insya Allah tidak akan pernah mengulanginya. Toh headphone yang kubeli saat jalan-jalan jam kantor ini pun headphone yang didapat secara ‘asal-asalan’. Tidak bisa membuatku bahagia, karena memang tidak berkah.
3. Makan di restoran mahal. Aduh,…. . Tapi makan sendiri juga sangat menyebalkan. Aku memutuskan, aku bisa melakukannya sekali seminggu, dan syukurlah ide ini diterima. Meski kurasa, masih juga hedon T.T
Aku benar2 benci Jakarta dan keadaan serta jeratannya…
4. Aku, mendeklarasikan diri, akan selalu obral ilmu, bahkan gratis
5. Kami sebagai pegawai secara nalurih diposisikan sebagai atasan dari para pegawai outsourcing. Hebatnya, ada pegawai yang ‘salah kedaden’. Baru juga diangkat sudah Bossy. Salah satu outsources pernah bilang padaku bahwa kami yang masuk lewat lapisan-lapisan tes ini tampak baik-baik saat OJT, namun baru kelihatan sifat aslinya saat SK sudah di tangan. Para Bossy akan menunjukkan taringnya. Untuk hal seperti ini, para outsources-lah yang kasihan.
Aku akan memposisikan diri menjadi pemimpin yang sederhana. Ha, ini istilahku sendiri. Aku akan memimpin dengan tegas dalam kesederhanaan… aku berusaha tegas… juga berusaha membumi… mengerti keadaan dan perasaan orang yang dipimpin membuat kita lebih bijak memutuskan dan bersikap.
6. Bekerja dalam tim dengan niat baik. Berkoordinasi atas segala sesuatu. Memilih untuk memandang nilai positif masing-masing orang dan berjaga-jaga dengan nilai negatif mereka.
Aku punya pengalaman untuk hal ini. Saat mulai ‘dikenal’ dengan keberhasilan SMS Gateway-ku, mulai tampaklah siapa yang mendukung dan siapa yang envy serta… yang paling menyakitkan adalah… mulai mengerti maksudnya kerja sama.
Karena kurasa masih dalam tahap belajar, sejak OJT hingga beberapa bulan ini aku menerima saja program dan database yang dengan susah payah dibangun dihancurkan dengan cara di-replace. Dan besoknya, masuk ke program yang pondasinya adalah ideku pun, aku tidak bisa.. surprise surprise…!!! Welcome to the jungle.
Jadi aku salah jika saat ini tetap seperti itu. Saat programku diakui GM dan rekan kerja di program itu berhasil menunjukkan porsi kerja sama yang baik (dia mengajarkan teknologi, aku memprogram, maka dia meminta ku mempresentasikan dan melaporkan. Lucunya di kotak ini, melaporkan pekerjaan orang seolah-olah dia yang mengerjakan adalah hal yang indah dan biasa.), maka aku memutuskan untuk memikirkan porsi bekerjaku.
Jadi, saudara2, jika aku sudah susah payah dengan lembur-lembur siang malam mengumpulkan ide, bertanya ke sama kemari, membuat koneksi personal, baru membuat program sekaligus databasenya, kemudian bahkan orang terdekat dan terpercayaku dengan enteng tanpa kata me-replace semuanya. Maka aku berhak tegas.
Lebih lagi, kurasa hal seperti ini menjadi hobinya. Oh Tuhan…
Aku hanya sedang menyikapi dunia. Karena aku belum mampu mengubah dunia. Bahkan untuk dunia sekecil kotak ini. Allah lah pembimbingku. Tetaplah bersamaku, Tuhan.. Aku membutuhkanmu.
semangat ret
Thank you, fella
S.E.M.A.N.G.A.T.! #menyemangatidenganmodelabg*
luar biasa deh