Bertemu Malaikat-Mu

13 Jan

13 Jan 2012, 6:43 pm

Ya Tuhan.. kurasa aku baru saja bertemu dengan salah satu malaikat-Mu.

Aku bahagia sekali.

Terjerembab, tergeletak tak terpikir untuk sedikitpun bangun, dari sholat ashar yang sangat terlambat pada jam setengah 5 sore di musholla kantor.
Berpikir tentang betapa sesaknya perlakuan orang-orang di kantor yang busuk, entah generasi tua maupun generasi mudanya sama saja.
Berpikir tentang betapa capeknya bekerja itu, kepenatan lebih pada pertahanan komitmen di mental dibanding energi berpikir untuk menyelesaikan pekerjaan itu sendiri.
Berpikir mungkin saja akan berakhir seperti ini, selamanya.

Kemudian datanglah seorang agent call center.
Sudah sering kulihat dan tiap kali kulihat selalu suka senyumnya.
Kurasa dia yang menjaga sholatnya selalu memiliki senyum paling cerah dan menceriakan.

Saat dia datang, aku langsung bangkit dari tidur yang masih bermukena.
Saat kutanya kenapa kemari, dia bilang tiap habis ashar ke musholla utk menunggu maghrib.
Karena rumahnya yang di Depok tak akan cukup waktu 2 jam ditempuh dengan motor.
Artinya, dia pasti akan kehilangan maghribnya jika dia tak menunggu maghrib di kantor.

Entah darimana asalnya, dia bertanya tentang apakah aku pegawai atau outsourcing di PLN.
Masuk PLN sejak kapan dan diapain aja sebelum kerja di PLN.
Di mana saja ditempatkan sebelum di Kantor Distribusi, dll dll.

Ngelantur. Benar-benar ngelantur.
Aku cerita tentang kehilangan ingatan saat di kopassus, masa-masa OJT, bolak-balik pindah kosan karena bolak-balik pindah kantor.
Aku cerita tentang betapa takutnya lulus kuliah kemudian menganggur, sehingga pekerjaan apa pun diterima.
Tentang impianku pada adik-adikku.
Tentang optimisme mama-ku akan keberhasilanku, selalu, tak pernah pudar sedetik pun.
Tentang pencarian beasiswa, biaya motor, semua hal besar saat itu yang kini terasa sangat kecil.
Kalau uangku saat ini digunakan untuk membiayai biaya hidupku dan keluarga ku dulu, aku pasti tak akan sering menangis saat itu.

Ya Tuhan.. dia seperti malaikat pengingat.
Padahal aku cerita panjang lebar tanpa memperhatikan perasaannya sebagai outsourcing dan sama-sama S1.

Tapi dia seperti mengingatkanku kembali masa-masa itu, perjuangan-perjuangan itu.

Hhh.. aku memang punya short-term memory lost, amnesia dan semacamnya.
Selalu lupa bersyukur.

Padahal 5 tahun menakjubkan itu, membuatku selalu bahagia, bangga pada diriku.
Karena aku tahu saat-saat itu Tuhan selalu bersamaku.

Lalu kenapa aku harus bersedih sekarang?

Memangnya Tuhan sudah meninggalkanku? Tidak, kan?

Terima kasih telah mengirim malaikat, Tuhan. Hm… mungkin one day aku akan memenuhi permintaannya untuk berkunjung ke rumahnya di Depok.

Alin, namanya. Sudah ngelantur ke mana-mana baru aku menanyakan namanya, heeeee

I love Allah.

I love Allah for giving me life.
I love Allah for giving me this faith.
I love Allah for showing me the right way, always.
I love Allah for giving me mom and always keeping her. I love Allah for giving me mom and always keeping her.
I love Allah for giving me dad and always keeping him.
I love Allah for giving me brother and sister to accompany me.

I love Allah for placing me in this company so I can raise my family.

I love Allah and that’s enough for my life.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.